
Kabari99-Belum lama diresmikan, Masjid Al Jabar kini menuai kritik netizen kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kritik tersebut berkaitan dengan anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan Masjid tersebut.
Pembangunan Masjid Al Jabar menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Hingga Rp 1 triliun memunculkan perdebatan antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan warganet. Para warganet menilai pembangunan masjid tak seharusnya menggunakan dana APBD yang berasal dari pembayaran pajak berbagai kalangan masyarakat.
Ridwan Kamil merespon kritikan tersebut secara langsung lewat akun Instagram resminya. Pria yang memiliki panggilan akrab Kang Emil ini menjelaskan, penggunaan uang negara dalam pembangunan masjid megah tersebut merupakan hal yang boleh saja terjadi dan sudah hasil kesepakatan bersama melalui forum Musrenbang.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah boleh menggunakan uang negara selama sudah menjadi kesepakatan eksekutif dan legislatif. Menurutnya, daerah lain dengan mayoritas agama tertentu juga menggunakan APBD sebagai sumber pembangunan rumah ibadahnya.
Baca juga: Masjid Al-Jabbar Siap Dibuka Untuk Umum
“‘Niat saya bayar pajak bukan wakaf’, betul, Kewajiban anda adalah membayar pajak, namun hukum positif mengatakan penggunaannya adalah wilayah kewenangan penyelenggara negara,” kata RK dalam akun Instagramnya.
Walau pembangunan tempat ibadah merupakan hal mulia, netizen itu menilai pendapatan APBD salah satunya dari pajak daerah, harusnya bisa untuk membangun hal lain seperti transportasi publik.
Perdebatan Ridwan Kamil dan Warganet
Perdebatan Ridwan Kamil dan Netizen terkait pembangunan masjid Al Jabbar, nama Ridwan Kamil alias Kang Emil sempat jadi trending Twitter pada Rabu (4/1/2023). Netizen dengan akun Twitter bernama @Outstandjing mengatakan pembangunan Masjid Al Jabar tidak seharusnya menggunakan dana APBD.
“Bikin mesjid itu perbuatan mulia, dengan berwakaf jadi amal jariyah. Tapi kalau mesjid pakai dana APBD? Pembayar pajak itu berbagai kalangan. Akad bayar pajak BUKAN akad wakaf. Kalau di agama Islam, tidak sembarang dana bisa dipakai untuk Mesjid!” bunyi cuitan akun @Outstandjing pada Minggu 2 Januari 2023.
Menanggapi komentar netizen, Kang Emil menegaskan bahwa penggunaan APBD untuk pembangunan masjid Al Jabbar merupakan kesepakatan bersama hasil musyawarah bersama rakyat dalam forum Musrenbang.
Baca juga:BMKG himbau Masyarakat Untuk Waspada Cuaca Ekstream
Kemudian Ridwan Kamil menjelaskan pembangunan Masjid Al Jabbar bukan hanya keinginannya namun keinginan banyak pihak. Ia mengatakan 7 tahun lalu, jutaan warga Jawa Barat melalui berbagai ormas Islam menitipkan aspirasinya ke Pemprov Jawa Barat untuk dibuatkan masjid raya provinsi.
“Karena selama ini Masjid Raya Provinsi mengkudeta masjid Agung Kota Bandung. Dan itulah yang kami lakukan: memenuhi dan membangun aspirasi rakyat,” kata Ridwan Kamil mengutip dari suara.com.
Masjid Al Jabbar memakan biaya sekitar Rp 1 triliun sejak 2017 lalu di atas Embung Gedebage, Kota Bandung. Pembangunan Masjid Al Jabbar merupakan kolaborasi Pemprov Jabar dan Kementerian PUPR.
Terdapat dua tahap dalam pembangunan Masjid Al Jabbar. Tahap pertama pembangunan Masjid Al Jabbar dari 2017 hingga 2018 menghabiskan Rp 511 miliar. Kemudian pada pembangunan tahap kedua di tahun 2022 totalnya menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp 1 triliun.
Kabari99-Aliya-Yogyakarta