Indonesia

Mantri Suntik Mati Kades, Benarkah Cinta Segi Tiga?

Mantri Suntik Mati Kades di Banten

Kabari99-Mantri S yang menyuntik mati Kepala Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, melakukan perbuatan itu berlatar belakang dugaan perselingkuhan korban dengan istrinya.

Kuasa hukum tersangka Raden Yayan Elang menyampaikan mengenai dugaan perselingkuhan tersebut. Dia bilang perselingkuhan terbongkar saat pelaku membuka ponsel istrinya pemberian dari korban.

Menurut Yayan korban memberikan ponsel untuk NN, istri dari kliennya.  Ponsel tersebut ia gunakan khusus untuk komunikasi mereka berdua.

“Dari fakta yang saya dapatkan, istrinya dibelikan HP oleh si korban untuk komunikasi. Jadi istrinya (tersangka) punya dua (handphone),” terangnya.

SH menemukan ponsel yang dibelikan korban. Saat SH buka, ia melihat sejumlah dokumentasi yang membuatnya emosi terhadap sang kades.

Yayan akan membuka sejumlah fakta dan dokumentasi pribadi itu dalam persidangan, untuk membantu kliennya.

“Ada beberapa temuan foto dan ada beberapa foto yang lumayan, enggak bisa dibuka (sekarang), nanti saja, nanti di persidangan kita akan buka,” jelasnya.

Wakil Polresta Serang Kota AKBP Hujra Soumena menyatakan Mantri S dijerat Pasal 388 dan Pasal 351 KUHP.

Kedua pasal itu masih bisa berubah, jika di kemudian hari ditemukan fakta baru, terutama hasil autopsi dan pemeriksaan sampel tubuh korban, Salamunasir.

“Sementara ya, pasal yang kami kenakan itu 388 dan 351 ayat (3) KUHP. Tapi itu dapat berubah melihat perkembangan penyidikan,” ujar Hujra.

Baca juga: Arab Saudi Punya Bank Gak Syariah? Ini Penjelasannya!

Apa Itu Mantri?

Dalam dunia kesehatan, Mantri adalah seseorang yang biasanya berkarya di daerah pedesaan atau pelosok untuk membantu penangan kesehatan pada masyarakat di sana. Orang orang mengenal sosok Mantri ini  sebagai tenaga kesehatan yang tangkas, banyak yang mengatakan mantri ini sebagai pengganti dokter.

Hal ini bermula karena pada pada zaman dahulu, seorang dokter masih sedikit dan jangkauannya pun hanya pendek hanya sekitar perkotaan saja, sehingga untuk daerah pelosok dan pedesaan dikirimlah seorang ahli kesehatan sekelas perawat, untuk memberikan solusi sementara bagi ketidakberdayaan pemerintah dalam menyediakan jasa pelayanan kesehatan secara layak di tengah-tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang paripurna

Karena pengalaman yang didapat, sehingga seorang mantri dimampukan memperolah keahlian seperti seorang dokter, bahkan mungkin pasiennya lebih banyak dari seorang dokter untuk di daerah pedesaan tersebut.

Dan Mantri sendiri menjadi sebuah jababatan bagi perawat senior yang sudah mampu membimbing beberapa perawat lainnya.

Baca juga: Polisi Bebas, Gas Air Mata Kanjuruhan Terkena Angin?

Namun, dari itu semua, sebenarnya ” Mantri” sendiri tidaklah diakui sebagai sebuah profesi. Sebab Mantri pada jaman dahulu merupakan sebuah tingkatan dalam sistem pemerintahan pada waktu itu.

Dan saat ini juga kata”mantri” bukan hanya digunakan sebagai sebutan tenaga kesehatan saja, melainkan sebutan untuk seseorang pekerja perbankan yang memiliki kemampuan lebih dalam mengemban tugas luar atau di lapangan atau yang secara langsung terjunkan ke lokasi.

 

Kabari99-Auliya-Yogyakarta

 

last post

Back to top button