KPK Tetap Perhatikan Kesehatan Tersangka Gratifikasi, Lukas Enembe

Kabari99-KPK akan memeriksa Gubernur nonaktif Papua, Lukas Enembe pekan ini sebagai saksi maupun tersangka kasus suap dan gratifikasi.
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe.
“Tentu nanti tim penyidik juga akan mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka LE ini, di minggu ini, baik itu sebagai saksi untuk tersangka Rijatono Lakka, maupun tersangka,” ujarnya.
Ia menyebut pihaknya juga bakal memastikan kesehatan terhadap mantan gubernur Papua tersebut lewat tim dokter KPK. Ia menyebut akan terus memantau kesehatan Lukas Enembe secara terus-menerus oleh tim dokter tersebut.
“Bukan berarti kami memberikan kekhususan, tetapi memang pada tahanan-tahanan KPK yang kemudian dalam kondisi tertentu seperti sakit dan lain-lain pasti kemudian kami perhatikan kesehatannya,” papar Ali.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita mobil mewah milik Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe. Diduga, kendaraan itu merupakan pemberian pihak swasta.
“Sejauh ini kami sudah sita mobil mewah dari beberapa pihak terkait tersangka Lukas Enembe,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, mengutip detik.com pada Senin (16/1/2023).
Ali menjelaskan namun tak merinci jumlah mobil mewah hingga jenis kendaraan tersebut. Namun ia memastikan KPK bakal menginformasikan soal temuan KPK tersebut kepada Lukas.
“Ini yang kemudian kami akan konfirmasi terkait aset-aset di antaranya mobil mewah yang kami dalami terhadap yang bersangkutan,” jelas dia.
Baca juga: YLBHI Mengecam Penerbitan Perppu Cipta Kerja oleh Jokowi
Awal Penangkapan Lukas Enembe
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe di Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/1/2023) siang. Lukas Enembe ditangkap beberapa penyidik KPK di sebuah restoran di Distrik Abepura, Kota Jayapura, sekitar pukul 11.00 WIT. KPK langsung membawanya ke Mako Brimob Kotaraja.
Melansir dari Kompas.com Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri membenarkan hal tersebut. Namun, Lukas tidak terlalu lama berada di Brimob karena setelah itu ia dibawa ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.
“Sudah dibawa ke bandara,” ucap Fakhiri.
Polisi mengeluarkan tembakan untuk membubarkan massa yang hendak datang membawa senjata tajam. Menurut pemberitaan sebelumnya, ayah dari Bona Enembe tersebut telah menjadi tersangka kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar sejak 5 September 2022.
Selain pencegahan bepergian ke luar negeri, PPATK memblokir sejumlah rekening dengan total nilai sebesar Rp 71 miliar yang diduga terkait dengan Lukas Enembe. KPK telah memanggilnya sebagai tersangka pada 12 September lalu. Namun, ia tidak memenuhi panggilan tersebut karna sakit.
Kemudian, KPK mengirimkan surat panggilan kedua kepada gubernur Papua tersebut pada 25 September 2022 dan ia kembali tidak hadir karena alasan kesehatan.
KPK memanggil Yulce Wenda Enembe dan Bona Enembe, mereka adalah istri dan anak sebagai saksi dari kasus tersebut Pada 5 Oktober 2022. Namun, sama halnya dengan Lukas Enembe, mereka tidak juga memnuhi panggilan KPK.
Baca juga: Polisi Memburu Pemasok Sabu Kombes Yulius
Penjelesan Kasus
Lukas Enembe terseret kasus dugaan gratifikasi dalam proyek di Papua. Selain terjerat kasus korupsi, Lukas juga tengah dalam pengincaran terkait sejumlah transaksi mencurigakan pada rekening pribadinya dan keluarganya.
Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan telah menelusuri beberapa aliran dana Lukas dan keluarganya. Hasilnya, PPATK menemukan sejumlah transaksi mencurigakan seperti aliran dana ke kasino dengan jumlah ratusan miliar rupiah. Selain itu Lukas dan keluarganya juga melakukan transaksi pembelian barang-barang mewah di luar negeri.
Komisi Pemberantasan Korupsi pun telah memanggil sejumlah pihak terkait transaksi mencurigakan Lukas Enembe tersebut. Di antaranya adalah dugaan terhadap pihak kasino Marina Bay Sands Singapura yang menjadi tempat Lukas berjudi, hingga pihak perusahaan penyewaan jet pribadi untuk Lukas saat bepergian ke sana. Akan tetapi pihak kasino Marina Bay Sands tak memenuhi panggilan pertama pada Oktober lalu.
Kabari99-Aliya-Yogyakarta