International news
Trending

Taliban Hiraukan Kecaman AS Dan PBB

AS Dan PBB Kecam Aturan-Aturan Taliban Terhadap Perempuan

Kabari99-Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan sangat terusik mendengar larangan terbaru dari Taliban yang melarang perempuan bekerja di LSM. Dalam sebuah pernyataannya.

 

bahwa LSM lokal dan asing telah membantu lebih dari 28 juta warga Afghanistan yang sangat tergantung pada bantuan kemanusiaan.

 

In a statement, local and foreign NGOs have assisted more than 28 million Afghans who are highly dependent on humanitarian aid Amerika juga mengutuk langkah.

 

Taliban dan mengingatkan bahwa hal itu akan mengganggu bantuan menyelamatkan nyawa yang vital pada jutaan warga Afghanistan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken melalui akun.

 

The US Secretary of State, Antony Blinken via his Twitter account twitternya @SecBlinken.

mengatakan bahwa keputusan ini justru bisa menghancurkan Afghanistan itu sendiri.

 

“Sangat prihatin bahwa larangan Taliban terhadap wanita memberikan bantuan kemanusiaan di Afghanistan akan mengganggu bantuan penting dan menyelamatkan nyawa jutaan orang.

Perempuan adalah pusat operasi kemanusiaan di seluruh dunia. Keputusan ini bisa menghancurkan rakyat Afghanistan.This decision could destroy the Afghan people.

 

Juru bicara kelompok Taliban, Zabihullah Mujahid, menolak kecaman Amerika terhadap larangan terkait operasi LSM tersebut.

Dia menyebutkan bahwa hal itu sebagai campur tangan terhadap urusan dalam negeri Afghanistan.

 

Baca Juga: AS: Korut Tawarkan Senjata Kepada Kelompok Militer Rusia

“Pejabat Amerika harus berhenti mencampuri urusan internal kita.

Semua institusi yang ingin beroperasi di Afghanistan wajib mematuhi peraturan dan regulasi negara kita.

 

” Ucap Zabihullah Mujahid, dikutip dalam cuitan twitter @Zebehulah_M33.

 

Larangan memperkerjakan staf perempuan di LSM-LSM itu hanya berselang beberapa hari setelah Taliban secara tiba-tiba melarang perempuan menempuh pendidikan di perguruan tinggi milik pemerintah,

 

dan swasta di seluruh Afghanistan, yang memicu kecaman luas dunia dan seruan untuk mengubah keputusan itu.

 

Hak Perempuan Terenggut Oleh Taliban

 

Sejak mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus 2021 lalu, Taliban telah secara terus menerus mengecualikan perempuan dalam kehidupan publik dan pendidikan.

 

Taliban mengharuskan perempuan untuk menutup seluruh aurat di depan umum dan melarang perempuan melakukan perjalanan jauh kecuali ditemani oleh anggota keluarga laki-laki.

Anak perempuan tidak diizinkan melanjutkan sekolah setelah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar enam tahun.

 

Badan-badan bantuan mengatakan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban dan penarikan mundur pasukan internasional pimpinan Amerika telah menjerumuskan negara itu dalam kekacauan ekonomi.

 

memperburuk krisis kelaparan yang sudah mengkhawatirkan dan mendorong jutaan lainnya dalam kemiskinan.

 

Krisis ekonomi ini berakar dari sanksi-sanksi yang dijatuhkan penguasa Taliban.

pembatasan sektor perbankan dan penangguhan bantuan pembangunan asing pada negara yang sangat tergantung pada bantuan itu.

 

Kabari99-Yogyakarta

last post

Back to top button