SPBE Akan Digunakan Untuk Penurunan Angka Stuting
Jokowi Perintahkan Replika Strategi Sumedang

Kabari99 – Presiden Joko Widodo memerintahkan agar seluruh pemerintah daerah untuk meniru strategi yang oleh Kabupaten Sumedang terapkan. Terutama dalam upaya menurunkan angka stunting.
Pemerintah menilayah Wilayah dengan julukan Kota Tahu tersebut berhasil menurunkan angka stunting dengan cukup signifikan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan strategi yang Pemerintah Kabupaten Sumedang lakukan guna menekan angka stunting tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Arahan Bapak Presiden tolong pastikan semua kabupaten/kota nanti di dorong penerapan SPBE-nya. Koordinasi dengan Menpan-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)” ungkap Menkes, Jakarta, Senin (2/1), mengutip dari voaindonesia.com
Dia melanjutkan bahwa Jokowi menyarankan untuk penerapan SPBE itu di bawah kordinator Wakil Presiden.
“Kemudian khusus untuk stunting, beliau menyarankan ditentukan di bawah koordinasi Bapak Wapres, Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), dan Kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional),” ujarnya.
Baca Juga: Kedai Mixue Merajalela, Ini Kunci Kesuksesannya!
“Untuk memilih bisa 20, 30 atau sampai 50 kabupaten/kota yang memang sudah baik nilai SPBE-nya dan juga stuntingnya tinggi. Agar apa yang sudah dilakukan di Sumedang bisa langsung direplikasi,” ungkap Budi.
Menkes pun mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menurunkan angka stunting tersebut. Jokowi memerintahkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir untuk langsung berkeliling ke seluruh daerah. Agar penerapan strategi tersebut bisa langsung teraplikasi dengan baik dan benar.
“Dan Pak Bupati saya juga terima kasih karena Pak Bupati bekerja sama dengan Telkomsel, bagaimana membangun sistem aplikasi yang bisa digunakan mulai dari level kader Posyandu, dikurasi oleh Puskesmas, naik ke dinas kesehatan, didukung oleh Bappeda dan Sekda, menjadi satu ekosistem yang terintegrasi,” katanya.
“Integrasi ekosistem ini, yang terorkestrasi oleh Pak Bupati ini lah yang mau kita replikasi. Pak Dirut (Telkomsel) sudah setuju bersedia untuk menyumbangkan aplikasinya di awal tahun 2023 untuk kabupaten/kota lain yang membutuhkannya,” tambahnya.
Strategi Digitalisasi Sumedang
Dalam kesempatan yang sama, Dony menuturkan bahwa wilayahnya merupakan salah satu daerah yang memiliki angka stunting cukup tinggi. Kabupaten Sumedang mencapai angka stunting yakni 32,3 persen pada 2018.
Namun, dengan memanfaatkan SPBE, katanya di daerahnya turun signifikan hingga mencapai 8,27 persen pada 2022.
Dalam upaya menurunkan angka stunting tersebut, pemerintahannya bersama Telkomsel membuat dan menggunakan aplikasi dengan nama SIMPATI (Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi).
Seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Sumedang menggunakan Aplikasi SIMPATI tersebut. Guna untuk memahami bagaimana cara mengatasi stunting. Aplikasi SIMPATI mendapatkan data balita dari setiap Posyandu seperti berat badan, lingkar kepala dan tinggi badan. Dari data inilah, pemerintah dapat mengetahui berbagai kendala atau penyebab stunting di setiap wilayah.
Baca Juga: Rusia Serang Ukraina Dengan Rentetan Rudal
“Jadi di platform ini ada data spasial kewilayahan, mana kecamatan atau desa yang tertinggi stuntingnya, yang kedua statistik ada by name, by addresnya, siapa yang stunting, kemudian ada data analitik setiap desa mengenai penyebab stuntingnya. Jadi setiap desa ada kendala atau permasalahan stunting yang berbeda-beda, kemudian melalui artificial intelegent kita kasih rekomendasinya,” ungkap Dony.
Kabari99–Fuad-Yogyakarta