IndonesiaJava news

Pembacokan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Begini Kronologinya!

Kabari99-Polisi menangkap enam pelaku pembacokan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Yogyakarta Kombes Pol Saiful Anwar mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/2/2023) pukul 04.00 WIB.

Sebelum terjadinya pembacokan, korban awalnya sedang berkeliling Kota Yogyakarta bersama teman temannya. Saat sedang melaju, korban sempat melakukan aksi menggunakan sepeda motor, salah satunya mengangkat roda depan (jumping).

“Kemudian melewati suatu tempat di Malioboro, mereka (korban) sempat bleyer-bleyer (memainkan gas) motor sambil juga menjampingkan motornya,” ujarnya mengutip kompas.com Jumat (10/2/2023).

Merasa tersinggung dengan aksi korban, salah satu pelaku berinisial GN mengejar rombongan korban. Setiba di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, terjadilah keributan pertama. Sebelum mendatangi korban lagi, pelaku meminta pertolongan teman-temannya yang sedang nongkrong.

“Pelaku ini merasa terdesak berkelahi dengan korban. Pulang ambil sepotong besi menuju tempat nongkrong teman-temannya,” ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Biaya Haji Sebesar 49,81 Juta Rupiah

Kemudian, GN bersama teman-temannya mendatangi korban yang masih berada di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Pelaku pembacokan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta ditangkap

Saiful menuturkan, terdapat enam pelaku pembacokan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Para pelaku tersebut berinisial GN, MK, FN, YG, LT, dan TN.

Saipun menjelaskan keenam pelaku tersebut memiliki peran berbeda. Ada yang memukul, menendang, dan juga mengayunkan senjata tajam ke korban.

“Jadi kita amankan 6 orang, yang kita tampilkan 5 orang. Satu orang masih pemeriksaan,” ungkapnya.

Polisi menangkap para pelaku pembacokan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta di luar kota. Mereka sempat kabur ke Jakarta dan Jawa Barat.

Berbeda dengan Kejahatan Jalanan Polisi turut menyita barang bukti berupa dua sepeda motor, satu bilah senjata tajam berupa celurit, helm korban, dan beberapa pakaian.

Meski pelaku tampak membawa benda tajam, tetapi Saiful menyatakan bahwa pembacokan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta bukanlah kejahatan jalanan atau klitih.

“Kejadian kemarin di luar motif yang sering terjadi berbeda tipikalnya, kasusnya,” tuturnya.

 

Kabari99-Auliya-Yogyakarta

last post

Back to top button