BusinessEconomy

MRT Fatmawati-Kampung Rambutan Mulai Dibangun Pada 2024

Kabari99-PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana untuk membangun jalur MRT Fase 4 (Fatmawati-Kp. Rambutan) pada 2024 mendatang. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengungkapkan hal tersebut dalam forum jurnalis di Jakarta Pusat.

“Ini sama juga kita targetkan groundbreakingnya 2024, terlepas masalah itu financial close atau bukan tapi 2024 harus sudah groundbreaking,” tuturnya mengutip detik.com pada Rabu (25/1/2023).

Sampai saat ini, Fase 4 sendiri pemerintah daerah masih melakukan evaluasi kelayakan. Nantinya akan ada 10 stasiun MRT yang terbentang dari Fatmawati hingga Kampung Rambutan dengan lintasan kurang lebih sepanjang 10,9 km. Seluruh lintasan tersebut akan berada di bawah tanah atau fully underground.

Baca juga: LRT Jabodetabek yang Sempat Alami Kecelakaan,Tetap Digunakan Juli Mendatang

Pada Fase 4 ini, membutuhkan total anggaran kurang lebih Rp 17-20 triliun. Namun, khusus untuk Fase 4, rencananya akan melakukan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), sehingga anggaran yang keluar tidak semuanya dari pemerintah.

Melum Menetapkan Investor

Untuk di Fase 4 ini Tuhiyat belum menetapkan investornya lantaran masih melakukan open bidding. Namun, ia menuturkan bahwa saat ini salah satu badan usaha dari Korea Selatan menjadi prioritas untuk bekerja sama karena mereka telah memiliki Memorandum of Intent (MoI).

Ia juga mengatakan bahwa terdapat prestudy oleh salah satu mitra dari Korea. Mitra tersebut memiliki inisiatif untuk melakukan presudy untuk route yang kemudian melalui proses ke Kemenhub.

“Nah, atas dasar itu dibuat satu MoI, Memorandum of Intent. Artinya MoI ini memiliki arti keseriusan dari mereka untuk join di kerja sama itu,” tuturnya.

Sebagai informasi, pembangunan Fase 3 atau East-West Line juga targetnya pada 2024. Saat ini, untuk Fase 3 masih dalam tahap kajian basic engineering design oleh Kementerian Perhubungan. Nantinya akan ada sekitar 49 stasiun MRT yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 84,102 km.

 

“Target kita, groundbreaking itu bisa dilakukan di momen saat sudah financial closing, itu bisa dilakukan harapan kita di 2024. Itu adalah tonggak untuk bisa melakukan proyek ini go,” katanya.

Lebih lanjut, Tuhiyat memperkirakan untuk membangun jalur MRT Fase 3 membutuhkan dana sebesar Rp 160 triliun. Untuk investornya sendiri berasal dari Jepang lantaran masih terikat Menteri Perhubungan Indonesia, PJ Gubernur DKI Jakarta, dan Menteri Transportasi dari Jepang sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) saat acara G20 beberapa waktu lalu.

Dengan, adanya MoU tersebut, Tuhiyat mengatakan kemungkinan besar investor akan melanjutkan skema JICA dari Jepang.

 

Kabari99-Aliya-Yogyakarta

last post

Back to top button