Health

Menkes: Covid-19 Varian Kraken Belum Masuk Indonesia

Kabari99-Indonesia sudah kemasukan COVID-19 varian Kraken, ‘cicit’ Omicron yang sangat menular. Subvarian Omicron XBB.1.5 ini sempat memicu lonjakan kasus di Amerika Serikat.

Kementerian Kesehatan RI sejauh ini mengidentifikasi tiga kasus kontak erat pasien COVID-19 varian Kraken. Ketiganya ternyata negatif COVID-19 per Kamis (26/1/2023).

Perkembangan terbaru menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, belum ada tambahan kasus baru COVID-19 varian Kraken.”Sejauh ini belum ada ya,” sebutnya mengutip detik.com di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (31/2).

Seperti yang kita ketahui, kasus COVID-19 saat ini terus menurun seiring dengan tes COVID-19 yang tidak lagi masif sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) d icabut. Kabar baiknya, infeksi COVID-19 akibat Omicron saat ini rata rata ringan.

Baca juga: Fakta Kasus Hasya Mahasiswa UI Yang Tewas dan Jadi Tersangka

Menkes juga menyebut sudah melaporkan rencana mencabut status darurat COVID-19 seperti AS dan Jepang, kepada Jokowi. Namun, hal itu masih dalam pembahasan.

Menurut Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, ada tiga kemungkinan ‘nasib’ COVD-19 jika benar-benar berakhir tahun ini. Adalah mencabut status darurat COVID-19, pandemi terkendali, atau menyatakan pandemi benar-benar berakhir.

 

 

Setelahnya, pemerintah harus mulai mewaspadai beragam penyakit yang bisa saja berpotensi menjadi Kejdian Luar Biasa atau bahkan pandemi. Mengutip analisa Institute of Health and Metric Evaluation (IHME), Prof Tjandra mewanti-wanti 11 potensi penyakit di tahun 2023, salah satunya adalah Long COVID.

Ancaman Baru Long COVID

Pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia juga sempat menyoroti Long COVID sebagai ancaman baru setelah ‘anak-cucu’ Omicron.

Baca juga: Rasmus Paludan, Pemimpin Partai Politik Denmark Yang Bakar Al-Qur’an

“Yang jadi permasalahan saat ini dan ke depan khususnya kejadian Omicron XBB 1.5 ini yg kita hadapi lebih bersifat dampak menengah ke panjang, yaitu Long COVID, penurunan kualitas kesehatan,” sebut dia kepada detikcom Senin (30/1/).

“Lebih akan dihadapi oleh kita adalah dampak penurunan kualitas kesehatan organ akibat terinfeksi secara berulang nah ini yg harus disadari,” pesan dia.

 

Kabari99-Aliya-Yogyakarta

last post

Back to top button