Komunitas Kurdi Peringati Penembakan Atas Anggotanya
Jaksa: Pelaku bermotif Rasial

Kabari99-Anggota komunitas Kurdi Prancis dan lainnya mengadakan pawai diam hari Senin (26/12). Pawai ini dilakukan untuk menghormati tiga orang yang tewas dalam penembakan di sebuah pusat budaya Kurdi di Paris pada tahun 2013.
Seorang pria Prancis berusia 69 tahun pada Senin (26/12) dikenai dakwaan awal atas pembunuhan kata kantor kejaksaan Paris.
Menurut Jaksa, pembunuhan pada hari jum’at bermotif rasial. Tersangka mengatakan kepada penyelidik bahwa dia ingin membunuh migran atau orang asing dan kemudian berencana untuk bunuh diri.
Dan mengatakan dia memiliki kebencian “patologis” terhadap orang asing non-Eropa, menurut jaksa.
Dia sempat dimasukkan ke dalam perawatan psikiatri tetapi kemudian dikembalikan ke tahanan polisi biasa.
Penembakan itu mengejutkan dan membuat marah komunitas Kurdi di Prancis, yang akan mempersiapkan pawai diam pada hari Senin. Demonstran berbaris dari lokasi penembakan hari Jumat, ke lokasi di mana tiga aktivis perempuan Kurdi ditemukan tewas ditembak pada tahun 2013.
Baca Juga: Kedatangan Jokowi Jadi Hadiah Natal Bagi Romo Paulus
Atas adanya Penembakan itu memicu kemarahan komunitas Kurdi dan menyebabkan bentrokan dengan Polisi selama akhir pekan.
“Setiap hari kami bertanya pada diri sendiri kapan seseorang akan menembak kami lagi. Sepuluh tahun lalu, kami diserang di jantung kota Paris, dan 10 tahun kemudian lagi. Mengapa tidak ada yang dilakukan untuk melindungi kita?” kata Dagan Dogan, seorang Kurdi berusia 22 tahun pada pawai hari Senin, dikutip dari voanews.com.
Aktivis anti-rasisme dan politisi sayap kiri mengaitkannya dengan iklim ujaran kebencian online dan anti-imigran, retorika xenofobia oleh tokoh sayap kanan. Pemerintah Prancis telah melaporkan peningkatan kejahatan dan pelanggaran terkait ras atau agama dalam beberapa tahun terakhir.
Pihak berwenang Prancis menyebut serangan hari Jumat sebagai insiden yang terisolasi, tetapi beberapa aktivis Kurdi di Paris berpikir itu didorong oleh politik.
Turki Panggil DutaBesar Prancis Atas Kejadian Tersebut
Turki memanggil Duta Besar Prancis Herve Magro pada hari Senin untuk menyampaikan kegelisahan atas apa yang disebutnya propaganda hitam. Yang dimana hal itu dilancarkan terhadap Turki oleh kelompok militan Kurdi setelah serangan itu, lapor Anadolu Agency milik pemerintah Turki.
Turki “mengharapkan Prancis untuk bertindak hati-hati atas insiden tersebut dan tidak membiarkan organisasi teroris (PKK yang dilarang) memajukan agenda liciknya,” lapor Anadolu.
PKK telah mengobarkan pemberontakan separatis bersenjata melawan negara Turki sejak 1984 untuk kemerdekaan. Dan baru-baru ini berubah menjadi tuntutan otonomi yang lebih besar. Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat banyak orang mengungsi, dengan sejumlah besar etnis Kurdi dan diduga pendukung PKK bermigrasi ke negara-negara Eropa.
Tentara Turki telah memerangi militan Kurdi yang berafiliasi dengan PKK di tenggara Turki serta di Irak utara. Dan baru-baru ini meluncurkan serangkaian serangan terhadap sasaran militan Kurdi Suriah di Suriah utara.
Kabari99-Yogyakarta