IndonesiaLifestyle

Jemaah Haji Asal Makassar Beli Emas di Tanah Suci

Fakta... Ternyata Imitasi, Batal Kena Pajak

Kabari99-Jemaah haji asal Makassar yang memborong perhiasan emas di Arab Saudi viral di media sosial. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, menilai pembelian emas Arab oleh jemaah haji Indonesia tersebut tidak bisa dijadikan indikator pemulihan ekonomi di Tanah Air sudah kuat.

“Tidak menjadi indikator kuat pemulihan ekonomi karena rata-rata dari mereka merupakan kelas menengah atas yang pola konsumsinya cenderung stabil meskipun saat ekonomi lesu,” ujar Eko pada Tempo, Senin, 10 Juli 2023. “Demikian juga saat ekonomi booming, mereka belanjanya juga tidak tiba-tiba melonjak.”

Eko menyampaikan, rata-rata orang Indonesia yang keluar negeri memang suka berbelanja, termasuk jemaah haji. Dia menilai, jemaah haji ketika pulang ke Tanah Air membawa banyak oleh-oleh. “Ini sudah tradisi, terlebih jemaah dari daerah,” ungkap Eko.

 

 

 

 

 

Baca Juga : Trump-Farage interview – latest: Ex-president hits out at ‘disrespectful’ Meghan and Harry

Untuk Kepuasan Pribadi

Adapun terkait jemaah haji yang memborong perhiasan emas di Arab Saudi, menurut Eko pembelian itu lebih bertujuan untuk kepuasan pribadi saja. Sekedar kebanggaan karena mereka bisa beli sesuatu di luar negeri.

“Kalau harga emas secara umum sama, karena sebagai bagian aset penyimpan kekayaan harga emas mengikuti harga pasar internasional,” tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, jemaah haji asal Makassar, Sulawesi Selatan bernama Suarnati Daeng Kanang memamerkan sejumlah emas yang ada di tubuhnya

Usai mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros, Rabu, 5 Juli 2023 dari Arab Saudi.

Ibu Suarnati Daeng Kanang (46), jemaah haji perempuan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral usai memakai perhiasan emas 180 gram saat pulang dari tanah suci.

Namun dari hasil konfirmasi bea cukai, emas yang dibeli Suarnati di Arab Saudi ternyata imitasi, Padahal sebelumnya Ibu Suanarti mengaku membeli emas di tanah suci dengan harga Rp 1.200.000 per gram.

Ibu Suarnati kelompok terbang (kloter) pertama yang tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar pukul 12.00 Wita bersama 392 rombongan lainnya.

 

 

 

 

Baca Juga : Viral Tarik Uang Rp.100.000 di ATM Keluar Rp. 52.000

di Anggap Pamer

Saat datang, ia terekam menggunakan perhiasan emas. Menanggapi hal tersebut, ia mengaku malu dan sedih karena dianggap pamer harta.

“Ya Allah, malu-maluku apa kata orang nanti pasti na bilang pamerka kodong (saya merasa malu, karena orang pasti menganggap saya pamer emas). Padahal saya juga tidak nyangka akan seperti ini (viral),” kata Suarnati kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Rabu (5/7/2023) malam.

Saat itu Ibu Suanarti mengaku mengenakan emas saat pulang dari Tanah Suci hanya untuk memenuhi nazar saat pulang dari Tanah Suci. Nazar tersebut ia lakukan karena harus menunggu 13 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Bahkan dua hari sebelum berangka, ia masih harus menjalani operasi batu empedu.

“Iye kodong (Iya kasian) sebelum daftar (haji) memang sudah bernazar pakaian saya akan seperti ini (nyentrik dan memakai emas), tapi entah kenapa banyak yang hujat, (katanya saya) pamer,” ujarnya.
Namun perhiasan emas 80 gram, ia bawa dari Tanah Air. Sementara sisanya yakni 100 gram ia beli di Tanah Suci.

Beli Rp 1,2 juta per gram

Ibu Suarnati mengaku ada sekitar 180 gram emas yang ia kenakan saat tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar. Namun dari 180 gram emas yang dipakai tak semua ia beli dari Tanah Suci. “Dari Makassar separuh (emas) saya bawa. Sekitar 80 gram, kalau yang saya beli dari Tanah Suci mungkin 100 gram,” kata Suarnati kepada awak media di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.

 

 

 

 

Baca Juga : Setelah seorang wanita ke-3 bersaksi Trump melakukan pelecehan seksual terhadapnya,

Dia mengungkapkan, per gram emas yang dibeli dari Tanah Suci harganya berkisar Rp 1.200.000. “Saya belinya pakai uang real, pokoknya per gram sekitar Rp 1.200.000,” ujarnya. Sementara anak Suanarti, Winda mengatakan ibunya sudah 3 kali umrah. Setiap pulang dari Tanah Suci, sang ibu kerap membeli emas. “Tiga kali mi pergi umroh. Selalu bawa emas begitu,” kata Winda, Jumat (7/7/2023).

Sementara itu pihak Bea Cukai Makassar menyebut emas yang dibeli Suarnati di Tanah Suci adalah emas palsu atau imitasi.

“Perhiasan yang diklaim emas oleh yang bersangkutan 180 gram yang dibawa dari Jeddah hingga tiba di Makassar dan dibawa juga ke Bea Cukai pada saat pemeriksaan tadi (harganya) Rp 900.000-an total nilainya dari keseluruhannya,” kata Ria, Senin (10/7/2023) malam.

 

 

 

 

 

Ia menyebut Suarnati cukup kooperatif saat diperiksa terkait emas yang ia gunakan dari Tanah Suci. “Bedasarkan hasil uji dari Pegadaian itu dinyatakan secara keseluruhan bukan emas,” ucap dia.

Bea cukai tak tarik pajak

Sehingga, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Bea Cukai Makassar tidak mengenakan biaya atau mewajibkan pembayaran pajak terhadap emas imitasi yang digunakan oleh Suarnati.

“Iya (tidak kenakan pajak), karena nilai barangnya kurang dari 500 US Dollar, secara ketentuan barang bawaan penumpang mendapatkan pembebasan,” ujar Ria.

Ia menjelaskan Suanarti sempat diminta keterangan selama lima jam sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita pada Senin (10/7/2023). Sementara pemeriksaan emas milik Suarnati dilakukan oleh Bea Cukai Makassar dengan pihak Pegadaian Kantor Cabang Pasar Buntung Makassar.

Baca Juga : Pria Ini Batalkan Pernikahan Usai Lihat Tiket Kereta Pasangan! Ini Alasannya

 

 

 

 

Kabari99-Diwani-Yogyakarta

last post

Back to top button