Indonesia

Fakta Terbaru Kasus Jari Bayi Terpotong Gunting di Palembang

Kabari99– Jari bayi 8 bulan terpotong gunting oleh seorang perawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RMP), Sumatera Selatan (Sumsel). Kasus ini mengakibatkan perawat akhrnya berstatus non-aktif.

Berikut ini kabari99 merangkum sederet fakta terbaru mengenai kasus jari bayi 8 bulan tergunting perawat di RS Palembang, padda Senin (06/02/2023):

Orang tua bayi melaporkan kasus ini ke polisi.

Kepada polisi Suparman, warga Jakabaring, Palembang, melaporkan oknum perawat RS Muhammadiyah Palembang, berinisial DN karena diduga menggunting jari kelingking sebelah kiri putranya yang baru berusia delapan bulan hingga nyaris putus.

Jari Bayi Terpotong saat Perawat Hendak Buka Selang Infus

Jari bayi 8 bulan nyaris putus terpotong gunting oleh perawat RS Muhammadiyah Palembang saat hendak membuka selang infus. “Saat itu dia (perawat) ini mau membuka infusan,” kata ayah bayi tersebut, Suparman, melansir dari detikSumut, Sabtu (4/2).

Baca juga: Istri AKBP Arif, Tak Sangka Sambo Hancurkan Karir Suaminya

Ia mengatakan awalnya pihak keluarga sudah mengingatkan agar membuka perban saja pada tangan yang dipasang infus  tapi tak didengar. Perawat itu, kata dia, malah mengambil gunting besar sehingga menyebabkan kelingking kiri bayi itu terpotong.

“Saat itu saya sudah ingatkan untuk membuka perbannya saja, namun tidak mau dengar dan mengambil gunting besar sehingga terpotong jari kelingking kiri anak saya itu,” ungkap Parman.

Orang Tua melaporkan Perawat yang Gunting Jari Bayi ke Polisi

Tidak terima dengan hasil kerja lalai perawat itu, orang tua korban, Suparman melapor ke polisi setelah sebelumnya perawat itu tak mau menjumpai pihak keluarga. Meski begitu, pihak rumah sakit bersedia bertanggung jawab, dengan anaknya mendapat tindakan oprasi dan membawanya ke ruang VIP.

Polisi setempat sudah menerima laporan dari Suparman dengan nomor LP/B/273/II/2023/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel. Perkara kesalahan menyebabkan orang luka berat menurut UU No. 1 Tahun 1946 tentang Pasal 360 KUHP.

Polisi Selidiki Kasus Jari Bayi Tergunting Perawat di RS Palembang

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Haris mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimpun keterangan saksi-saksi di rumah sakit.

Kemudian polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum perawat RS Palembang. Saat ini, polisi sedang mengagendakan untuk mendapatkan fakta peristiwa.

“Apa bila terbukti benar tentu diproses (hukum) lebih lanjut,” ucapnya, melansir dari Antara, Minggu (5/2).

Perawat yang Gunting Jari Bayi 8 Bulan Berstatus Non-aktif Sementara

Imbas kasus jari bayi 8 bulan nyaris putus terpotong gunting di RS Muhammadiyah Palembang. Perawat berinisial DN berstatus non-aktif sementara dari tugasnya oleh pihak manajemen rumah sakit. Hal ini sebagai langkah tegas pihak rumah sakit.

“Keputusan penonaktifan sementara oknum perawat itu dari tugasnya di rumah sakit ini sebagai langkah tegas manajemen,” kata Wakil Direktur Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan SDM RSMP, Muksin, di Palembang, melansir dari Antara, Minggu (5/2).

Muksin mengatakan dengan perawat DN melakukan hal tersebut merupakan suatu kelalaian saat bertugas, dan pihak manajemen RS Muhammadiyah juga sudah mengkonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan pada Jumat (4/2), untuk nanti Komite Medic RS melakukan tindak lanjut.

Dia juga menegaskan pihak RS Muhammadiyah bertanggungjawab penuh atas kesembuhan luka pada jari kelingking tangan kiri bayi perempuan tersebut.

Baca juga: Deretan Film Aktris Legend Christine Hakim

Kondisi Bayi Korban Jari Terpotong Perawat Harus Jalani Operasi

Akibat kejadian jari bayi 8 bulan terpotong gunting oleh perawat di RS Palembang. Korban bayi harus menjalani operasi atas luka pada jari tangannya itu. Kondisi bayi saat ini masih mendapat perawatan secara intensif di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

“Tim dokter rumah sakit sudah menyelesaikan tindakan operasi terhadap korban dan saat ini menjalani perawatan intensif di ruang VIP RS Muhammadiyah.” kata Wakil Direktur Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan SDM RSMP, Muksin, di Palembang, melansir dari Antara, Minggu (5/2).

 

Kabari99-Aliya-Yogyakarta

last post

Back to top button