International newsWorld

Ukraina Diperingatkan Harus Bayar untuk Senjata Barat

Tidak Gratis! Zelensky mengakui

Kabari99-Ukraina pada akhirnya harus membayar beberapa senjata yang diterimanya dari pendukung Baratnya.

 

Berbicara di sidang Komite Alokasi DPR, Michael Garcia (Partai Republik California) mengatakan akan penting bagi AS untuk memulai penjualan militer asing ke Ukraina,

 

daripada memberikan senjata gratis kepada Kiev, mengklaim bahwa itu “akan pergi jauh dengan para pembayar pajak Amerika.”

 

Wallander menjawab meskipun orang Ukraina sebenarnya telah membeli beberapa senjata sendiri, mereka “belum melakukan pengadaan dalam jumlah besar dari perusahaan Amerika”.

 

“Mereka tidak memiliki skala kemampuan dalam anggaran mereka saat ini… tetapi merupakan poin yang sangat bagus bahwa kita juga perlu mentransisikan mereka untuk memulai perencanaan pengeluaran pertahanan mereka sendiri serta segala hal lain yang akan kita lakukan untuk mendukung mereka,” papar dia.

Baca juga : Messi Membeli Rumah Tetangganya Karena Berisik

 

Rusia Telah Berulang Kali Memperingatkan!

Sejak dimulainya konflik Ukraina lebih dari satu tahun yang lalu, AS telah memberikan lebih dari USD31,7 miliar

bantuan keamanan untuk mendukung Kiev, termasuk tank M1 Abrams, ratusan senjata artileri, dan ribuan sistem anti-pesawat.

 

 

 

Awal bulan ini, sekelompok anggota parlemen GOP mengajukan Resolusi Kelelahan Ukraina yang meminta Washington “mengakhiri bantuan militer dan keuangannya ke Ukraina” sambil mendesak “semua pejuang untuk mencapai kesepakatan damai.”

 

Akhir tahun lalu, Partai Republik memperkenalkan resolusi yang dipelopori anggota DPR Marjorie Taylor Greene, menyerukan audit bantuan AS ke Ukraina. Namun, resolusi itu kalah tipis di DPR pada awal Desember.

 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui

negaranya harus membayar bantuan senjata dari negara-negara Barat. Dia menegaskan senjata untuk melawan invasi Rusia itu tidak gratis.

“Terkadang kami menerima senjata secara langsung, tetapi Anda harus memahami bahwa segala sesuatu ada harganya,” ujarnya.

 

 

 

 

Negara-negara Barat anggota NATO, terutama Amerika Serikat (AS) dan Inggris, memasok banyak senjata ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia.

Zelensky mengatakan bahwa Rusia dan Barat seharusnya memberikan jaminan keamanan kepada negaranya.

Itu adalah janji dari Budapest Memorandum on Security Assurances, sebuah kesepakatan tahun 1994 di mana Ukraina bersedia menyerahkan sekitar 5.000 hulu ledak nuklir warisan Soviet dan jaminan keamanan dari Rusia, AS dan Inggris.

Baca Juga : Desain Baru Red Bull Membuat Penasaran

 

Presiden Ukraina mengatakan NATO tidak menawarkan perlindungan kepada negaranya.

“Yang kita butuhkan saat ini bukanlah kata-kata, tetapi jaminan keamanan dari negara-negara dan serikat-serikat negara yang mampu menyediakannya,” katanya. “Kami tidak ingin mengobarkan perang lagi.”

Zelensky melanjutkan dengan mengatakan bahwa negosiasi Rusia-Ukraina berlanjut.

“Kelompok negosiator Ukraina dan Rusia sedang mendiskusikan beberapa hal,” katanya, menambahkan bahwa negaranya memberi tahu negara-negara lain tentang pembicaraan yang sedang berlangsung.

“Kami tidak memiliki rahasia, kami benar-benar jujur tentang agenda ini, Ujar Zelensky

Kabari99-Diwani-Yogyakarta

last post

Back to top button