Internasional newsKesehatan

Satu Juta Kasus Covid di Cina, 5000 Orang Meninggal Setiap Hari

Cina mengalami lebih dari satu juta kasus COVID-19 dan 5.000 kematian dalam sehari. Namun data resmi Beijing menunjukkan tujuh kematian dalam satu minggu ini.

Kabari99-Menurut data dari Airfinity (perusahaan data kesehatan), lebih dari 5.000 orang kemungkinan meninggal akibat COVID-19 di Cina setiap hari. Sangat kontras dengan hitungan resmi Beijing yang hanya tujuh kematian dalam seminggu terakhir.

Pemodelan data Airfinity, menunjukkan Cina kemungkinan memiliki lebih dari 1 juta kasus COVID sehari. Data tersebut sangat kontras dengan laporan bahwa hanya terdapat tujuh kematian dalam seminggu di Beijing.

Lonjakan kasus COVID-19 di Cina ini, diperkirakan terjadi saat pelonggaran prosedur pembatasan yang selama ini dilakukan dengan sangat ketat di Cina selama tiga tahun belakangan.

Komisi Kesehatan Nasional Cina melaporkan 3.696 kasus COVID-19 lokal baru dan nol kematian pada hari Kamis, menurut Komisi Kesehatan Nasional. Negara ini secara resmi melaporkan 14.285 kasus COVID lokal dan hanya tujuh kematian sejauh minggu ini, meskipun laporan menunjukkan jumlah infeksi dan kematian yang jauh lebih besar.

Krematorium dan rumah duka di Beijing dan Shanghai juga merawat orang meninggal akibat COVID-19 yang semakin bertambah. Associated Press, Reuters, dan Financial Times melaporkan akhir pekan lalu, terdapat antrean sekitar 40 mobil jenazah di luar krematorium Beijing pada hari Rabu lalu.

“Cina telah menghentikan pengujian massal dan tidak lagi melaporkan kasus tanpa gejala. Kombinasi tersebut berarti data resmi tidak mungkin menjadi cerminan sebenarnya dari wabah yang dialami di seluruh negeri,” Kepala vaksin dan epidemiologi di Airfinity, Dr Louise Blair.

Beijing juga telah mengubah cara mencatat kematian akibat COVID-19. Data ini, sekarang hanya mencakup mereka yang meninggal karena pneumonia dan gagal napas yang disebabkan oleh virus tersebut.

“Mereka yang meninggal karena kondisi kesehatan mendasar lainnya yang memburuk akibat virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai kematian akibat COVID” Ujar Kepala Departemen Penyakit Menular, Wang Guiqiang.

Kepedulian WHO Terhadap Kasus Covid di Cina

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan kepeduliannya mengenai apa yang terjadi di Cina. Namun, Cina dikatakan “dengan sengaja” menyembunyikan jumlah kasus di tengah tekanan pada sistem perawatan kesehatannya saat ini.

Baca juga: Semburkan 1 Juta Liter Air, Akuarium Raksasa di Berlin Meledak

“Di Cina, yang dilaporkan adalah jumlah kasus yang relatif rendah di ICU, tetapi kenyataanya ICU sudah penuh,” Ujar direktur kedaruratan WHO Mike Ryan dalam konferensi pers.

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa Cina secara aktif tidak memberi tahu kami apa yang sedang terjadi. Saya pikir mereka berada di belakang kurva.”

situasinya melonjaknya kasus COVI-19 di Cina kemungkinan akan memburuk dalam beberapa minggu mendatang.

Airfinity memperkirakan dua puncak COVID-19 mendatang di Tiongkok dengan kasus mencapai 3,7 juta sehari. Pada pertengahan Januari dan 4,2 juta sehari pada awal Maret 2023. Hal tersebut bertepatan dengan musim Tahun Baru Imlek, ketika perjalanan mudik mereka untuk liburan selama seminggu mulai 21 Januari 2023.

 

Kabari99-Yogyakarta

Pasal terkait

Back to top button