Dalil, Niat, dan Tata Cara Puasa di Bulan Rajab

Kabari99-Salah satu amalan sunnah di Bulan Rajab 2023 yakni berpuasa. Karena itu, penting mengetahui bacaan niat puasa rajab dan tata caranya.
Puasa Bulan Rajab ini boleh sejak tanggal 1, pertengahan maupun akhir bulan.
Bulan Rajab 1444 Hijriah jatuh bertepatan pada Senin, 23 Januari 2023. Memasuki salah satu bulan mulia ini, Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah salah satunya Puasa Rajab.
Amalan lain yakni membaca shalawat, berpuasa, istighfar, dan sedekah. Berpuasa pada bulan Rajab adalah amalan yang paling baik. Kesunahan puasa di Bulan Rajab ini bersandar pada dalil umum terkait fadhilah atau keutamaan di Bulan Haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab).
Baca juga: Warga Dumai Penyelundup Sabu 80Kg Divonis Mati di Pekanbaru
Dalil yang Memperbolehkan Puasa Rajab
Dilansir dari Pusat Kajian Hadis (PKH), para ulama membolehkan bahkan dianggap sunnah berpuasa di bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah, termasuk Rajab. Di antara dalil dibolehkannya berpuasa Rajab adalah:
عَنْ مُجِيْبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيْهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ : أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالَتُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَمَا تَعْرِفُنِيْ. قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيِّ الَّذِيْ جِئْتُكَ عَامَ اْلأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلاَّ بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ. ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِيْ فَإِنَّ بِيْ قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا. -رواه أبو داود-
Terjemahannya:
“Dari Mujibah Al-Bahiliah dari ayahnya atau pamannya sesungguhnya ia (ayah atau paman) datang kepada Rosulullah SAW kemudian berpisah dan kemudian datang lagi kepada Rosulullah setelah setahun dalam keadaan tubuh yang berubah (kurus), dia berkata : Yaa Rosulullah apakah engkau tidak mengenalku? Rasulullah SAW menjawab : Siapa Engkau? Dia pun berkata : Aku Al-Bahili yang pernah menemuimu setahun yang lalu.
Rosulullah SAW bertanya : Apa yang membuatmu berubah sedangkan dulu keadaanmu baik-baik saja (segar-bugar), Ia menjawab : Aku tidak makan kecuali pada malam hari (yakni berpuasa) semenjak berpisah denganmu, maka Rosulullah SAW bersabda : Mengapa engkau menyiksa dirimu, berpuasalah di bulan sabar dan sehari di setiap bulan, lalu ia berkata : Tambah lagi (yaa Rosulullah) sesungguhnya aku masih kuat, Rosulullah SAW berkata : Berpuasalah 2 hari (setiap bulan), dia pun berkata : Tambah lagi ya Rosulullah,
Rosulullah SAW berkata : berpuasalah 3 hari (setiap bulan), ia pun berkata: Tambah lagi (Yaa Rosulullah), Rosulullah SAW bersabda : Jika engkau menghendaki berpuasalah engkau di bulan-bulan haram (Rojab, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharrom) dan jika engkau menghendaki maka tinggalkanlah, beliau mengatakan hal itu tiga kali sambil menggenggam 3 jarinya kemudian membukanya.” (HR. Abu Daud).
Niat Puasa Rajab
Syeikh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu memasukkan puasa pada bulan -bulan Haram (Muharram, Rajab, Dzul-Qa’dah dan Dzulhijjah) termasuk puasa yang disunnahkan (tathawwu’). (Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, Juz 2, halaman 591, Dar Al-Fikr) Niat Puasa Rajab Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta’alaa
Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara:
1. Membaca Niat Puasa Meski boleh membaca niat puasa Rajab ketika pagi hari karena lupa, sebaiknya membaca niat puasa sunnah ini pada malam hari berbarengan dengan makan sahur atau sebelum terbit fajar.
2. Makan Sahur Salah satu sunnah puasa yakni makan sahur. Sebab, dalam sahur ada keberkahan dan mendapat pahala. Namun tidak masalah jika tidak sahur karena lupa ketiduran.
3. Menahan Diri dari yang Membatalkan Puasa Agar puasa Rajab yang dijalankan tidak sia-sia harus bisa menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa antara lain makan, minum, bersenggama, dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa.
4. Memperbanyak amal ibadah Selain menghindari hawa nafsu, memperbanyak amal ibadah saat melakukan puasa mutih baik dengan membaca Al Quran, berdzikir maupun sholawat.
5. Membaca Doa Doa orang puasa itu mustajab.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma Innaka ‘afuwwun tuhibbul’afwa fa’fu ‘annii
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memberi maaf, maka maafkanlah daku”.
6. Menyegerakan Berbuka Puasa Jika waktu magrib tiba. Berikut doanya:
اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .
Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu dzahabadhdhomau wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Kabari99-Aliya-Yogyakarta