Economy

Pencabutan PPKM: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

UMKM Harus Lebih Diperhatikan Pemerintah

Kabari99-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia M. Arsjad Rasjid menyambut baik pencabutan PPKM di Indonesia.

Karena menurutnya pencabutan PPKM ini berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mengenai pencabutan PPKM, buat kami sebagai usahawan, pelaku usaha, tentunya sangat menyambut baik rencana ini.

 

Sewaktu PPKM dicabut maka mobilitas masyarakat akan terus meningkat sehingga berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Arsjad, dikutip dari voaindonesia.com.

 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sempat terhambat pada masa pandemi karena pemberlakuan PPKM.

 

“Misalnya pada 2021 pas varian delta itu memang tingkat fatality-nya tinggi, nah pada saat itu mobilitas juga dibatasi, perekonomian kita jadi terpukul. Tapi kalau dibandingkan PSBB di awal-awal pandemi tahun 2020, sebetulnya efek PSBB di 2020 lebih dalam.

Makanya sampai minus pertumbuahan ekonominya.”

 

“Di 2021, walaupun saat itu diberlakukan PPKM yang cukup ketat tapi efek perekonomiannya tidak sampai menimbulkan kontraksi pada kuartal ketiga. Pada 2022, awal ada Omicron, jumlah kasusnya lebih tinggi dari delta.

ketika itu tidak diberlakukan PPKM, dampak ekonominya makin rendah lagi,” kata Faisal.

Baca Juga: Wisma Atlet Akan Diberhentikan Oprasionalnya Pada 31 Desember

CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan sekitar 4,5 hingga lima persen.

Yang menjadi hambatan terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023, menurut Faisal, adalah situasi global.

Permintaan produk ekspor dari negara-negara maju diperkirakan akan melemah seiring menurunnya permintaan domestik di Amerika, Eropa, dan China.

UMKM Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Menurut Faisal, yang harus diperhatikan oleh pemerintah,  adalah efek pandemi terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Apalagi mereka selama ini tertekan oleh inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Faisal berharap tahun depan pemerintah tidak lagi mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang akan memperlemah daya beli masyarakat.

 

Eko Listiyanto, pengamat ekonomi dari The Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menilai pencabutan PPKM akan berdampak positifPP terhadap ekonomi.

“Pertama tentu saja kepada kepercayaan bisnis karena kebetulan tahun depan itu banyak yang memprediksikan ekonomi globalnya lesu.

 

Tapi sebetulnya Indonesia itu kekuatan utamanya di ekonomi domestik. Kalau kemudian PPKM dicabut dan pandemi sudah berakhir menjadi endemi, saya rasa potensi untuk lebih mengoptimalkan ekonomi domestik, terutama dari sisi konsumen, akan lebih maksimal,” tutur Eko.

Dia mengharapkan pemerintah menerbitkan kebijakan yang lebih pro pada UMKM sehingga dapat menstimulasi ekonomi domestik. Pasar besar di dalam negeri, katanya, harus lebih bisa dinikmati oleh produsen dalam negeri.

 

Kabari99-Yogyakarta

last post

Back to top button